“Because, I believe my heart, and
I trust my heart to you...”
Kata-kata
yang indah bukan? Gimana kalau kalian mendapatkan kata-kata tersebut dari
seseorang yang kalian sayangi, seseorang yang telah lama pergi dan kemudian dia
kembali. Kembali berdiri di hadapan kalian, menggenggam erat jemari kalian,
menatap ke dalam mata kalian, mengisyaratkan bahwa ia takkan pergi lagi.
Sesuatu yang begitu manis.
Itulah dilema yang
Ferina rasakan. Gadis cantik bermata biru itu merasa sangat terjekut ta kala
mendapati Andra—cinta pertamanya yang dulu ia sayangi tapi kini ia
benci—berdiri dihadapan matanya. Ferina memang jatuh cinta pada Andra dan
berharap cowo itu juga membalas perasaannya, namun itu dulu sebelum ia
mengetahui penghianatan yang terlah dilakukan cowo itu dengan
kembarannya—Faren—yang telah meninggal beberapa bulan silam. Parahnya Ferina
mengetahui hal tersebut sebulan sejak kematian Faren sehingga ia tidak bisa meminta
pertanggung jawaban atas apa yang telah dilakukan saudara kembarnya itu.
Semenjak mengetahui
kenyataan yang menyakitkan itu, Ferina memutuskan untuk pindah, pergi jauh
meninggalkan masa lalunya yang kelam. Meninggalkan Andra dan sejuta mimpi yang
pernah ia rangkai bersama Faren. Dan ketika ia telah mampu bangkit berasama Tama, seorang yang membuatnya
kembali merasa hidup, membuat hari-harinya menjadi lebih berwarna, Andra
kembali hadir dalam hidupnya. Cowo itu berusaha menjelaskan apa yang sebenarnya
terjadi. Membawa kenyataan yang kembali
membungkam Ferina. Segala kesimpulan yang ia dapati dari diary Faren tentang
penghianatan itu merupakan suatu kesalah besar. Gadis itu telah salah dalam
menarik kesimpulan sehingga membuat orang-orang yang ia sayangi maupun yang
menyayanginya terluka. Termasuk dirinya sendiri.
Dan apakah kenyataan
yang sebenarnya itu? Jalan manakah yang akan gadis itu pilih? Kembali bersama
Andra cinta pertamanya ataukah merajut sebuah kisah cinta baru bersama Tama?
Kalian bisa mengetahui kisah lengkapnya melalui novel “Simple Past Present
Love” karya kak Thia Kyu Ori.
Gue tuh sampe
berlinang air mata waktu tau endingnya. Sumpah gak nyangka banget sama
endingnya. Kalian kudu baca ya ini novel. Jangan ampe kagak. Romantis banget
dah. Bikin envy. Kadar envy gua ke Ferina langsung naik berkali lipat. Kalo
disuruh milih antara Andra yang tampan, romantis, pemaaf, penuh kejutan atau
Tama yang perhatian dan pengertian gua sih pilih Andra dong. Gatau kenapa.
Ngefans gila ama tokoh Andra! Dia sabar plus tabah banget ngadepin semuanya.
Yaudahlah baca aja
deh novelnya. Kalo diceritain bakal panjang banget. Capek juga kan ngetiknya.
Hehehe...
“Melupakan dan
dilupakan. Manakah yang lebih buruk? Ia tak tahu mana yang lebih buruk karena
keduanya sama sama buruk.”


Tidak ada komentar:
Posting Komentar